Kanalindependen.id – Raksasa teknologi bersiap melakukan perubahan terbesar pada mesin pencarinya dalam lebih dari dua dekade terakhir. Melalui ajang Google I/O 2026, perusahaan itu memperkenalkan arah baru Search berbasis “agentic AI” atau kecerdasan buatan yang mampu bekerja otomatis layaknya asisten digital pribadi.
Perubahan ini membuat Google Search tak lagi sekadar menampilkan deretan tautan website, melainkan langsung memberikan jawaban, membuat tampilan interaktif, hingga menjalankan tugas tertentu untuk pengguna.
Mengutip Archtenica. com, Vice President Search Google, Liz Reid, bahkan menyebut bahwa “Google Search is AI Search”, menandai perubahan besar cara orang mencari informasi di internet.
Dalam sistem baru tersebut, pengguna bisa melakukan pencarian menggunakan percakapan panjang, gambar, video, hingga file dokumen. Search nantinya akan memahami konteks pertanyaan, memberikan ringkasan otomatis, hingga menyusun solusi secara langsung.
Google juga memperkenalkan fitur AI Mode yang kini diklaim telah digunakan lebih dari satu miliar pengguna setiap bulan. Fitur ini memungkinkan pengguna bercakap-cakap dengan mesin pencari seperti menggunakan chatbot AI.
Tak hanya itu, Google mulai menanamkan “AI agents” yang dapat bekerja di latar belakang selama 24 jam. Agen AI ini mampu memantau informasi tertentu, melacak perubahan harga, mencari tiket, memonitor promo, hingga memberikan pembaruan otomatis tanpa pengguna harus melakukan pencarian berulang.
Pada tahap berikutnya, Search bahkan dapat membuat mini aplikasi secara instan berdasarkan permintaan pengguna. Misalnya membuat itinerary perjalanan, dashboard pemantauan, simulasi interaktif, hingga tabel dan grafik otomatis.
Perubahan besar tersebut sekaligus memunculkan kekhawatiran baru bagi industri media dan website. Sebab, pengguna diperkirakan akan semakin jarang mengklik tautan situs karena informasi telah langsung dirangkum AI Google di halaman pencarian.
Penelitian terbaru bahkan menunjukkan AI search cenderung mengurangi keberagaman sumber informasi dan lebih banyak menampilkan sumber besar dibanding website kecil.
Meski menuai kritik, Google tampaknya tetap percaya diri melanjutkan transformasi tersebut. Dominasi Google di pasar mesin pencari dinilai menjadi modal utama untuk mengubah kebiasaan pengguna internet secara global.
Transformasi ini disebut-sebut menjadi awal era baru internet, ketika mesin pencari tidak lagi hanya membantu menemukan informasi, tetapi juga bertindak sebagai asisten digital yang mampu berpikir, bekerja, dan mengambil tindakan atas nama pengguna. (***)